6 Tradisi Paling Aneh dalam Perjodohan dari Beberapa Negara

Tercengang.net : Setiap tempat memiliki budaya sendiri dalam segala hal termasuk dalam proses berpacaran dan perjodohan, dan beberapa etnis di beberapa negara di dunia ini ternyata memiliki tradisi yang unik, aneh bahkan mengerikan. Beberapa tradisi tersebut ada yang sudah ditinggalkan karena dinilai tidak sesuai dan ada juga yang masih dijaga sampai sekarang. Berikut
6 Tradisi Paling Aneh dalam Perjodohan

1.Suku Kreug, Kamboja, Pondok Cinta, Suku Kreug, Kamboja

gubuk cinta, tempat dimana para gadis menunggu untuk dikunjungi para pra yang ingin berknalan, bercinta dan bermalam sampai si gadis menemukan pria yang cocok untuknya, foto : www.listwanted.com
Kreug, salah satu etnis yang berada dinegara Kamboja memiliki tradisi yang sangat tidak biasa dalam proses berpacaran dan perjodohan. Para orang tua yang memiliki anak gadis akan membangun gubuk kecil dari bambu, si gadis akan tinggal didalam gubuk tersebut kemudia para pria diperbolehkan untuk masuk kedalam gubuk untuk dapat berkenalan, bercinta, bermalam disana dengan gadis tersebut.

Si gadis akan bertemu dengan banyak pria sampai menemukan pria yang cocok untuk dijadikan suami. Hmmm kalau di negara kita pasti akan sangat ditentang karena tidak sesuai dengan norma agama dan adat ketimuran yang kita miliki.

2. Nasi bungkus saputangan, Suku Miao, Cina
Etnis Miao, jika sigadis memberikan nasi dengan dua sumpit maka cinta dari si pria diterima, namun jika yang diberikan adalah nasi dengan bawang, maka itu adalah penolakan dengan kasar. Foto : news.xinhuanet.com

Suku Miao memiliki tradisi cinta yang cukup unik, untuk menunjukan ketertarikan kepada lawan jenis. Pada saat perayaan festival Meal, para gadis akan memasak nasi warna warni, kemudian para pria akan merayu dengan lagu. Para gadis akan menjawabnya dengan memberikan sapu tangan berisi nasi warna-warni yang telah dimasak tadi dan sumpitnya. Jika si gadis memberikan dua buah sumpit artinya cinta pria tersebut diterima, namun jika nasinya berisi bawang putih berarti si gadis menolak dengan kasar.

3. Memberikan Siulan, Suku Kickapoo, Meksiko
Bersiul bukan merupakan pelecehan bagi suku Kikcapoo, bersiul adalah tanda ketertarikan. Foto :
www.krudave.com

Coba anda (pria) bersiul pada wanita, mungkin anda akan dicap sebagai pria yang tidak mempunyai sopan santun. Namun berbeda dengan Suku Kikcapoo di Meksiko, jika pemuda disana bersiul kepada gadis, itu merupakan sebuah tindakan romantis karena bersiul digunakan untuk mengekspresikan cinta.

4. Bomena, Bhutan
dimalam hari para pemuda akan menyelinap kedalam kamar gadis yang disukai untuk berkenalan dan berhubungan seksual. Foto : readstuffwithme.wordpress.com

Bomena jika diartikan secara harfiah berarti "berburu gadis" . Merupakan tradisi yang dijalankan oleh para pemuda dari etnis-etnis tradisional Bhutan. Tradisi ini sangat aneh, para pemuda keluar bersama-sama pada malam hari untuk mengunjungi kamar gadis yang mereka sukai untuk berkenalan dan melakukan hubungan seksual. Para pemuda yang menyelinap kedalam kamar para gadis tidak boleh sampai ketahuan oleh orang tua sigadis karena jika ketahuan maka akan langsung dinikahkan.

Tradisi aneh ini mulai ditinggalkan karena pengaruh budaya barat dan banyaknya kasus kehamilan diluar nikah dimana sang pemuda tidak mau bertanggungjawab.

5. Memberikan kepala musuh, Suku Atayal, Taiwan
Pria suku atayal memberikan kepala musuh sebagai persembahan untuk gadis yang mereka inginkan menjadi istri. Foto : www.vanishingtattoo.com

Tradisi ini sangat mengerikan, sebagai tanda ketertarikan untuk menjalin rumah tangga, pemuda suku Atayal mempersembahkan kepala musuh mereka yang didapat dari pertarungan kepada gadis yang mereka sukai. Tradisi mengerikan ini sudah ditinggalkan sejak tahun 1930-an.

6. Menaruh apel diketiak, Austria
si pria akan memakan apel yang diletakan di ketiak si gadis jika menerima gadis tersebut. Foto : thnikstock/www.huffingtonpost.com

Dinegara Austria, para gadis di desa-desa tradisional Austria menjalankan sebuah ritual yang unik dan lusu. Dimana pada pesta-pesta para gadis akan meletakan apel diketiak mereka, kemudian mencari pemuda yang membuat mereka tertarik. Jika ada pria yang disukai, si gadis akan memberikan apel tersebut dan jika si pria juga tertarik maka apel pemberian tersebut akan dimakan. Wah bagaimana rasanya ya apel yang sudah diletakan di ketiak? .
Blog, Updated at: 7:32 AM
Diposkan oleh admin

0 komentar:

Post a Comment