Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Naik Roda Pesawat

Tercengang.net : Belum lama ini Mario Steve mengguncang dunia dengan aksi nekadnya menyelinap kedalam rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 tujuan Pekanbaru-Jakarta. Alasan Mario Steve nekad menyelinap kedalam rongga roda pesawat itu adalah karena sangat ngin melihat jakarta.

Steve mengalami pendarahan dalam telinga dan jari-jarinya membiru, namun Steve adalah termasuk orang yang sangat beruntung karena beberapa kasus yang sama berakhir dengan kematian tragis sang penyelinap.

Pada Februari 1970, Pria 14 tahun yang bernama Keith Sapsford tewas mengenaskan setelah terjatuh dari rongga pesawat Japan Airlines rute Sydney-Tokyo. Peristiwa tragis tersebut terabadikan oleh seorang fotografer amatir asal Australia, John Glipin.

Keith Sapsford jatuh dari pesawat Japan Airlines rut Sydney-Tokyo pada Februari 1970 setelah terbang ilegal di ruang roda pesawat.

Sebenarnya apa yang akan terjadi pada tubuh jika nekad menyelinap seperti yang Mario Steve lakukan? resiko terjatuh sudah pasti, namun selain itu bagaimana dampak lainnya?

Seperti dikutip dari kompas.com Menjadi penumpang secara ilegal di rongga roda pesawat, atau stowaway, membuat seseorang mengalami hypoxia dan hipotermia.

Ketika pesawat naik ke ketinggian, proporsi oksigen memang tidak berubah, tetapi tekanan akan mengalami perubahan. Perubahan tekanan akan memengaruhi jumlah oksigen yang dapat diserap oleh tubuh.

Keterbatasan menyerap oksigen menyebabkan tubuh kekurangan senyawa unsur penting itu, disebut hypoxia. Kondisi hypoxia, seperti diberitakan Livescience, 12 September 2012, akan menyebabkan rasa lemas, tremor, hilang kesadaran, tak mampu melihat, dan kematian.

Manifestasi dari hypoxia dapat berupa badan yang membiru akibat kekurangan oksigen. Itulah yang mungkin terjadi terhadap Mario. Telinga berdarah dapat terjadi akibat berada di daerah bertekanan ekstrem, seperti di ketinggian.

GA 177, menurut VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto, terbang selama 1 jam 10 menit dari Pekanbaru ke Jakarta dengan ketinggian jelajah 30.000 kaki-40.000 kaki. Pada ketinggian itu, suhu diperkirakan berkisar antara -45 hingga -65 derajat celsius.

Dalam kondisi suhu sangat rendah, tubuh bisa mengalami hipotermia hingga akhirnya mati membeku. Panas dari mesin pesawat dan gesekan dengan udara kemungkinan bisa memberikan kehangatan, tetapi itu tak cukup untuk mengatasi hipotermia.

Memang, ada kasus orang selamat setelah menjadi stowaway. Yahya Abdi, remaja berusia 16 tahun dari Etiopia, selamat setelah menjadi stowaway di pesawat Boeing 737 yang terbang dari San Jose ke Hawaii dalam waktu 5,5 jam.

Namun, seperti diberitakan BBC, 12 September 2012, persentase orang selamat setelah stowaway hanya 24 persen. Dengan demikian, menjadistowaway bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan alasan apa pun. Langkah Mario dan yang lainnya tak perlu ditiru.


EmoticonEmoticon