Breaking News

Suku Polahi, 3 Tuhan Hingga Kawin Sedarah

Indonesia memiliki sangat banyak suku bangsa dengan kebiasaa, budaya, dan cara hidup yang berbeda-beda. Ada suku yang sudah hidup modern, ada juga yang masih mempertahankan adat istiadat, budaya, dan kebiasaan primitif mereka.

rumah suku polahi, sumber foto : google


Salah satu suku di Indonesia yang masih mempertahankan kehidupan primitif adalah suku Polahi di Gorontalo. Suku polahi hidup memisahkan diri dari dunia luar, sebagian dari mereka masih nomaden dan sebagian lagi menetap. Suku Polahi percaya pada 3 tuhan dan mempunyai kebiasaan aneh yaitu kawin sedarah.

Sejarah suku Polahi

Suku polahi terbentuk dari pelarian orang-orang yang ingin lepas dari penjajahan belanda. Orang-orang ini memilih mengasingkan diri daripada harus tebelenggu oleh penjajah. Ditempat pengasingan, mereka membuat suku dengan budayanya sendiri.

Kepercayaan 3 tuhan

Suku Polahi percaya akan keberadaan 3 tuhan, mereka sangat dijungjung tinggi hingga saat ini.

Tuhan Polutoha, digambarkan sebagai sosok yang berkuasa atas tanah, saat Suku Polahi bermaksud membuka tanah, maka harus meminta izin kepada polutoha agar berkah dan selamat.
Mengelola pepohonan di hutan, sumber foto : google
Tuhan Lati, digambarkan menyerupai makhluk-makhluk kecil yang mendiami dan menguasai pepohonan, jika suku Polahi ingin menebang pohon, maka meminta izin kepada Lati.

Tuhan Lausala, Tuhan yang berkeinginan untuk membunuh suku Polahi.

Kawin Sedarah

Suku Polahi mempunyai kebiasaan kawin dengan saudara kandung atau orang tua sendiri. Sudah hal biasa ayah menikahi anak perempuannya, anak lelaki menikahi ibu kandungnya atau kakak menikahi adik.
masyarakat suku polahi, sumber foto : google
Kawin sedarah terjadi karena suku Polahi terisolasi dari dunia luar, mereka tidak mempunyai banyak pilihan untuk menikah dengan siapa. Selain itu, kawin sedarah dimaksudkan juga untuk menjaga keturunan murni suku Polahi.

Yang masih menjadi misteri, perkawinan sedarah suku Polahi tidak menghasilkan keturunan cacat seperti kebanyakan perkawinan sedarah.

No comments